Langsung ke konten utama

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEJARAH DESA PEKANTINGAN

SEJARAH DESA PEKANTINGAN Menurut sesepuh desa Pekantingan, pendirian desa ini telah lama, yaitu didirikan semenjak Cakrabuan masih hidup, dengan demikian kalau memang informasi itu betul maka Pekantingan berdiri pada Abad ke 15 akhir.  BACA JUGA Bacaan Quran Langgam Jawa Sunan Kalijaga dan Batalnya Pangeran Makdum Menjadi Wali Riwayat Burung Kukilan dan Canang Ki Bicak Peninggalan Sunan Gunung Jati Dampu Awang Saudagar Cina Yang Kebelet Cinta Pada Nyi Junti Sejarah Desa Pekantingan Kec Klangenan Kab Cirebon Sejarah Asal-Usul Desa Winong Kec Gempol Kab Cirebon Sejarah Desa Jamblang Kec Jamblang Kab Cirebon Nama Pekantingan menurut sesepuh [1]  desa tersebut dipercayai diambil dari nama pendiri desa tersebut, konon namanya Ki Ageng Pekantingan. Tokoh ini digambarkan sebagai tokoh yang sakti mandraguna, beliau dikisahkan sebagai petarung yang tangguh, selain itu dikisahkan beliau juga pada mulanya seorang yang murtad dari Agama Islam hanya karena cintanya d...

PROFIL DESA PEKANTINGAN

PROFIL DESA PEKANTINGAN I.                    Geografis Secara Administratif Desa Pekantingan adalah salah satu dari 9 Desa di Wilayah Kecamatan Klangenan bagian Kabupaten Cirebon, yang mempunyai luas wilayah 167, 258 Ha termasuk dataran rendah yang berada di ketinggian laut 240 mdl. Desa Pekantingan berbatasan dengan beberapa desa yaitu : a.        Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Jemaras Kidul  dan Desa Jemaras Lor  Kecamatan Klangenan ; b.        Sebelah Timur berbatasan dengan  Desa Bojong Wetan dan  Desa Wangunharja Kecamatan Jamblang ; c.         Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Jamblang   Kecamatan Jamblang   dan Desa Danawinangun   Kecamatan  Klangenan; d.        Sebelah Utara berbata...

Petatah - Petitih

Nasehat Sunan Gunung Djati Salah satu bukti keberhasilan dakwah SGD yang masih diajarkan oleh keturunannya melalui Sultan Kasepuhan dan kerabat keraton Cirebon adalah pengamalan petatah-petitih SGD, yakni ungkapan atau ucapan yang mengandung ajaran hidup berupa nasihat, pesan, anjuran, kritik, dan teguran yang disampaikan (atau diajarkan) dalam keluarga, kerabat, dan putra-putri SGD. Petatah-petitih SGD ini secara umum mengandung makna yang luas dan kompleks. Efendi (1994:14-34) mengungkapkan unsur-unsur dari petatah-petitih SGD, yakni petatah-petitih dalam nilai ketaqwaan dan keyakinan, kedisiplinan, kearifan dan kebijakan, kesopanan dan tatakrama, dan kehidupan sosial. Petatah-Petitih yang berkaitan dengan ketaqwaan dan keyakinan adalah: Ingsun titipna tajug lan fakir miskin  (aku—SGD—titip  tajug  dan fakir miskin. Yen sembahyang kungsi pucuke pnah  (jika salat harus khusu dan tawadhu seperti anak panah yang menancap kuat). Yen puasa den kungsi te...